Teropongistana.comJakarta – Langkah Presiden Prabowo Subianto yang mereshuffle Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Mendiktisaintek dinilai sebagai peringatan kepada para menteri lainnya di Kabinet Merah Putih  yang dianggap tidak becus bekerja.

Ke depan peluang reshuffle sangat mungkin terjadi menyasar menteri lainnya yang dianggap tidak sejalan dengan pemerintahan Prabowo. Bersamaan dengan itu sejumlah nama menteri  yang layak untuk dicopot pun mencuat  di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

100 hari lebih bekerja, Prabowo untuk pertama kalinya melakukan reshuffle terhadap jajaran menterinya.  Satryo menjadi menteri yang pertama dicopot dari jabatannya.

Iklan

Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan menilai, langkah Prabowo mencopot Satryo sudah sangat tepat.

Pasalnya, selama kurang lebih empat bulan menjabat, tak ada gebrakan untuk perbaikan pendidikan tinggi dan riset yang dilakukannya. Belum lagi kontroversinya yang sempat didemo oleh pegawainya sendiri,  karena dianggap arogan dan otoriter.

Yusak menyebut pencopotan Satryo bukan hanya sekedar pergantian menteri biasa. Namun, ada maksud lain yang tersirat.