Di tempat bersamaan, Tim 08 Prabowo Banten Moh Jumri mengaku senang karena hasil panen para petani dibeli dengan harga yang layak oleh Bulog. Kata Jumri, dia juga menyampaikan pesan Gubernur Banten Andra Soni kepada petani agar tidak menjual harga gabah dibawah yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu Rp6.500.
“Saya datang kesini untuk menerima masukan dan aspirasi para petani di Desa Sukarendah. Pak Gubernur meminta, para petani jangan sampai menjual hasil panennya dengan harga yang rendah dibawah Rp6.500. Intinya pesan pak Gubernur petani tidak boleh sampai rugi pada saat panen,” ucap Jumri sambil melihat hamparan sawah yang ada di depannya.
Tekait masukan dan aspirasi para petani di Sukarendah, kata Jumri, dia berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke pihak PLN ataupun anggota legislatif dari partai Gerindra. Menurut Jumri masukan dan aspirasi dari petani yang ditemuinya sangat penting untuk partai Gerindra perjuangkan karena itu bagian upaya kita mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan Presiden Prabowo.
“Dalam mendukung program pemerintah swasembada pangan, pak Gubernur berpesan kalau ada petani yang kesulitan kita harus hadir di tengah-tengah mereka, melihat langsung dan mendengarkan cerita mereka, menerima masukan mereka. Kita catat aspirasinya apa dan mencari solusinya,” tutup Jumri menirukan pesan singkat dari Gubernur Banten Andra Soni agar dia tetap peduli terhadap masyarakat yang memang membutuhkan bantuan.
