Teropongistana.comMajalengka – Ribuan warga Majalengka tumpah ruah di halaman Pondok Pesantren Ekologi Al-Mizan, Sabtu (31/5/2025). Cuaca cerah, suasana semarak, dan semangat yang membuncah mengiringi puncak perayaan Hari Lahir ke-75 Fatayat NU. Tak sekadar acara seremonial, Harlah kali ini menjelma jadi panggung besar bagi perempuan, pesantren, dan gerakan hijau di Majalengka.

Sejak pagi, Kompleks Al-Mizan Wanajaya sudah ramai. Stand-stand bazar UMKM Fatayat NU dipadati pengunjung. Apalagi, acara yang dihelat selama 2 hari ini diisi dengan berbagai kegiata seperti Workshop menulis bareng Penerbit Kompas, pelatihan bikin website dari Pandi.id dan kegiatan donor darah yang ramai peminat. Ada juga pasar murah yang bikin emak-emak antusias berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Ketua Fatayat NU Kabupaten Majalengka, Hj. Upik Rofiqoh, tampil penuh semangat. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Fatayat bukan sekadar organisasi pelengkap, melainkan kekuatan perubahan yang hadir untuk melindungi perempuan, melestarikan budaya, dan membangun bangsa. “Fatayat NU telah tumbuh dari langkah kecil menjadi gerakan besar yang menerangi negeri. Kita harus mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial, budaya, bahkan politik,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Upik menyoroti maraknya kekerasan terhadap perempuan yang masih menjadi masalah serius, termasuk di Majalengka. Ia menyebut, pada 2024 saja, tercatat hampir 200 kasus kekerasan terhadap perempuan di wilayah ini, sebagian besar menimpa perempuan muda dan ibu rumah tangga. “Fatayat harus hadir sebagai pelindung dan pendamping, menjadi rumah aman, jembatan hukum, dan teman yang tidak menghakimi,” tegasnya.

Tak hanya menjadi pelindung, Fatayat NU juga didorong menjadi kekuatan ekonomi. Menurut data BPS yang dikutip Upik, dari lebih 45 ribu pelaku UMKM di Majalengka, hanya sekitar 31 persen yang dijalankan oleh perempuan. Karena itu, Fatayat akan mengembangkan program pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, dan pemanfaatan digital agar lahir generasi FatayatPreneur: perempuan muda NU yang mandiri dan berdaya saing. “Perempuan tidak cukup hanya bertahan, mereka harus tumbuh dan menyejahterakan,” tegasnya.

Upik juga menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai pendidik utama di dalam keluarga. Ia mendukung penuh program-program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menitikberatkan pada penguatan keluarga, seperti Sekoper Cinta dan Satu OPD Satu Desa Binaan. “Kami siap bersinergi untuk memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan anak, dan nilai kebangsaan dari akar yang paling dalam: rumah tangga. Karena bangsa yang kuat dimulai dari ibu yang kuat,” pungkasnya.