Kondisi ini menjadi cerminan bahwa masih banyak warga yang harus berjuang ekstra keras untuk mendapatkan hak-haknya di jalur hukum. Keadilan seolah menjadi barang mahal yang tidak semua orang bisa akses dengan mudah, terlebih bila kasusnya tidak mendapat perhatian publik atau media.
Langkah Suhari bukan sekadar perjuangan pribadi, tetapi juga representasi dari jeritan masyarakat kecil yang kerap merasa tidak diperlakukan setara di mata hukum. Oleh karena itu, dalam kunjungannya kali ini, Suhari secara langsung meminta Polda Metro Jaya untuk membuka kembali berkas laporan dan segera memberikan kepastian hukum.

“Kami minta transparansi. Jika memang ada alasan hukum mengapa laporan kami tidak diproses, seharusnya itu disampaikan secara resmi dan jelas. Jangan sampai hukum terkesan tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tambah Thomson.
Polda Metro Jaya sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait kedatangan Suhari dan kuasa hukumnya. Namun, publik berharap agar institusi kepolisian bisa menjawab tuntutan ini dengan langkah konkret, bukan sekadar janji atau retorika belaka.



