Teropongistana.com Jakarta — Suhu politik di internal Partai Golkar tengah memuncak. Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) kembali menggema, dengan kabar bahwa Istana telah merestui Nusron Wahid sebagai calon kuat pengganti Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.

Nusron, yang kini menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala BPN di Kabinet Merah Putih, dikabarkan telah dipanggil secara khusus oleh Presiden Prabowo Subianto ke kediamannya di Hambalang, Bogor, pada akhir Juli lalu.

“Sudah itu. (Istana) sudah merestui Nusron. (Sudah) dipanggil di Hambalang,” ujar sumber internal Partai Golkar kepada wartawan, Jumat (1/8).

Iklan

Desakan Munaslub disebut tidak hanya karena kepemimpinan Bahlil yang kontroversial, tetapi juga karena orientasi politiknya yang dinilai terlalu dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan arah baru Golkar yang kini menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Bahlil dinilai masih membawa agenda Jokowi, padahal Jokowi sudah bukan presiden. Ini membuat arah Golkar tidak sinkron dengan kekuasaan saat ini,” terang sumber tersebut.

Golkar, menurut sejumlah elite internal, seharusnya mampu beradaptasi dan menjadi kekuatan politik yang strategis di bawah pemerintahan baru. “Bukan menjadi penopang kekuatan masa lalu,” lanjutnya.