Sebaliknya, Pemkot diharapkan menempuh jalur duduk dan diskusi bersama. Dengan membuka ruang komunikasi dua arah, aspirasi mahasiswa dapat disalurkan secara lebih konstruktif, tanpa harus menyalurkannya melalui coretan dinding atau simbol-simbol vandalisme.
Ia juga menghimbau kepada seluruh pihak agar tidak terprovokasi isu yang tidak benar.
“masyarakat harus melihat titik point tuntutan yg dilakukan oleh mahasiswa,” tutupnya

