Teropongistana.com JAKARTA – Sekolah-sekolah di Jawa Barat sebagian besar belum pernah mendapatkan penjelasan secara resmi tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) baik dari pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan setempat maupun dari Badan Gizi Nasional (BGN). Padahal program nasional itu sudah diresmikan sejak Januari 2025.

Mahardhika Paripurna Media sebuah konsultan komunikasi yang melakukan survei ke berbagai daerah menemukan banyak kenyataan bahwa, program ini minim pergerakan. Para guru yang ditemuinya mengaku tidak tahu kelanjutan program ini. Mereka tahunya dari medsos, termasuk masalah keracunan yang terjadi pada sekolah yang sudah menjalankannya.

Oleh karena itu, kata Adi Wibowo, Manajer Program Mahardhika Paripurna Media, mengatakan bahwa sekolah-sekolah yang disurveinya lebih suka dijalankan dengan pola dapur sekolah.

Iklan

“Kami banyak menemukan fakta baru, sekolah yang kami kunjungi menyambut baik jika MBG dilakukan dengan konsep dapur sekolah,” kata Adi.

Sementara Ketua LSM Bekasi Peduli, Mursali Bachtiar,
menyambut wacana Dapur Sekolah yang bakal dilakukan pihak Badan Gizi Nasional (BGN). Program MBG berbasis Dapur Sekolah ini bisa meninimalisir kesimpangsiuran terkait penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah yang ada saat ini.

Menurut Mursali Bachtiar, saat dikonfirmasi, Rabu (03/09/2025) menegaskan keberadaan Dapur MBG akan lebih efektif jika keberadaanya di lingkungan sekolah, serta pengelolaanya melibatkan pihak sekolah bersama komite dan warga sekitar.