Teropongistana.com JAKARTA – Kasus keracunan massal masih terus terjadi sejak program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan awal tahun 2025 ini. Untuk menghindari keracunan massal pada siswa pemerintah meminta guru untuk mencicipi dulu makanan itu sebelum dibagikan ke siswa.

Kebijakan kontroversial ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, Jogjakarta. Pemkab meminta guru untuk mencicipi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada siswa guna mencegah keracunan massal yang baru-baru ini terjadi di empat SMP.

Kebijakan ini memicu penolakan dari para guru yang merasa keberatan karena mengganggu proses belajar mengajar dan menempatkan guru sebagai “kelinci percobaan.

Chairman of Mubarok Institute, Fadhil As Mubarok merasa prihatin atas kebijakan yang tidak solutif tersebut.

“Kebijakan itu hanya memindahkan korban saja. Yang tadinya siswa yang jadi korban, sekarang guru yang jadi tumbal,” katanya kepada media Jumat (5/9/2025) di Jakarta.

Menurut Mubarok sudah terlampau banyak korban keracunan massal. Seharusnya pemerintah bisa mencari jalan terbaik. Jalan terbaiknya menurut Mubarok adalah Dapur Sekolah.