Selain itu, ADI bersama Zhejiang University menggelar seminar bersama bertema “AI Empowerment in Education: Transforming Teaching with Technology” yang dikaitkan dengan inisiatif Belt and Road China–Indonesia.

Kunjungan Industri: Alibaba & SAIC Motor
Puncak kegiatan terjadi pada 19 September 2025 saat rombongan ADI berkunjung ke Alibaba Group dan Alibaba Business School. Diskusi strategis berlangsung mengenai AI, digitalisasi, pertukaran mahasiswa, hingga rencana pendirian Indonesian Automations Institute.

Sore harinya, delegasi melanjutkan kunjungan ke SAIC Motor Training Center di Shanghai, tempat rombongan mempelajari sistem vokasi otomotif yang terintegrasi erat dengan industri. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, tur laboratorium manufaktur cerdas, dan pertukaran plakat simbol kerja sama. Pada kesempatan ini, Dr. Dian Sudiantini S.Pd.M.Pd, Dr. Lisa Chandrasari M.Si, Mayadi, S.Kom.,M.Kom melakukan presentasi di SAIC Motor School dengan topik “Gamification Study: Developing Interactive Learning Applications Based on Deep Learning to Enhance Students’ Creativity and Critical Thinking in the Digital Era 2025” kepada siswa disana sebagai bagian dari program BIMA DIKTI 2025

Pada kesempatan ini, hadir juga Muhammad Lukman Edy Menteri Percepatan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu yang saat ini sedang mengembangkan Institut Agama Islam Lukman Edy, beliau antusias dan berharap institut yang beliau pimpin dapat mengembangkan kerjasama dengan banyak pihak terutama transfer teknologi dengan Institusi di Tiongkok.

“Kegiatan yang ADI lakukan sangat bermanfaat untuk kampus di Indonesia, bukan hanya kami berkesempatan bekerjasama dengan kampus di Tiongkok tetapi juga dengan lembaga training sertifikasi Tiongkok agar lulusan perguruan tinggi siap bersaing dengan pekerja dari Tiongkok”. Ujar beliau.

Menyongsong Indonesia Emas 2045
Melalui rangkaian agenda ini, ADI berhasil memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring global pendidikan tinggi, teknologi, dan industri.

Wakil Ketua Umum ADI, Dr. Muhammad Fanshurullah Asa, menyampaikan:
Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pengguna menjadi produsen teknologi.

“Kolaborasi dengan universitas dan industri Tiongkok adalah langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi riset, penguatan SDM, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Delegasi ADI kembali ke Jakarta pada 20 September 2025 dengan membawa sejumlah kesepakatan awal yang akan ditindaklanjuti menjadi proyek nyata di bidang pendidikan vokasi, riset AI, dan hilirisasi industri berbasis teknologi.