Ia kemudian menutup pidato dengan filosofi kebanggaannya:
“Jika kita semua seratus persen beragama dan seratus persen Indonesia, maka selamat tinggal konflik dan welcome harmoni.”
Pernyataan tersebut dilaporkan masuk nominasi Kutipan Paling Optimistis 2025.
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa Harmony Award bukan hanya simbol, tetapi “pengakuan atas kerja nyata,” sekaligus pengingat halus bahwa kerukunan harus tetap dipertahankan—apalagi ketika tensi politik naik turun lebih cepat dari harga beras.
Ia memaparkan bahwa penilaian dilakukan melalui instrumen skoring, dokumen, indeks kerukunan tahun-tahun sebelumnya, jejak penanganan konflik, serta visitasi ke 18 lokasi. Penilaian diharapkan obyektif, meski beberapa daerah dilaporkan mendadak mengecat ulang pagar rumah ibadah sehari sebelum tim penilai datang.
Partisipasi tahun ini mencapai angka spektakuler:
“Kami percaya kolaborasi seperti ini akan membawa Indonesia lebih harmonis. Minimal sampai evaluasi tahun depan,” ujarnya.
Daftar Penerima Harmony Award 2025
(Pengumuman ini sepenuhnya resmi, meskipun reaksi warganet mungkin tidak demikian)
Tingkat Provinsi
Tingkat Kabupaten
Tingkat Kota
Para penerima kategori ini dinilai paling berani mengalokasikan anggaran kerukunan, meskipun beberapa daerah mengaku baru sadar bahwa angka tersebut juga harus dipertanggungjawabkan.
Dalam penutup acara, Kemenag menyampaikan harapan bahwa Harmony Award 2025 dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memperkuat kerukunan. Sebagian peserta mengangguk penuh semangat, sebagian lagi mencatat hal-hal penting seperti “pastikan cat pagar selesai sebelum tim visitasi datang.” (Stn)



