Teropongistana.com Sukabumi – Pembangunan pagar Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi dengan anggaran Rp650 juta kembali menuai sorotan. Anggota DPRD Kota Sukabumi sekaligus Ketua Fraksi PKS, Danny Ramdhani, menilai persoalan utama di ruang publik tersebut bukan terletak pada ketiadaan pagar, melainkan lemahnya pengelolaan dan edukasi kepada masyarakat.

Danny menyampaikan, Lapang Merdeka sejatinya merupakan sarana olahraga dan ruang publik yang harus mengedepankan kenyamanan warga yang beraktivitas fisik. Namun dalam praktiknya, berbagai aktivitas di luar peruntukan justru semakin marak, mulai dari pedagang kaki lima, penyewaan sepeda listrik, hingga kegiatan karaoke dengan penggunaan pengeras suara berdaya besar.

Menurut Danny, kondisi tersebut menunjukkan adanya kekurangan dalam manajemen kawasan. Ia berpandangan bahwa pendekatan yang lebih tepat adalah edukasi dan penegakan aturan, bukan dengan membangun pagar fisik.

“Harusnya masyarakat diedukasi, bukan dipagerisasi. Masalah PKL, sewa sepeda listrik, sampai karaoke dengan sound besar itu seharusnya diselesaikan lewat pengelolaan dan sosialisasi aturan,” ujar Danny, Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga EN-LMND Mengecam Keras Perpol No 10 Tahun 2025 Kamis, 18 Desember 2025
En-Lmnd Mengecam Keras Perpol No 10 Tahun 2025

Ia mengingatkan bahwa pada masa sebelumnya, Lapang Merdeka pernah berada dalam kondisi yang lebih tertib dan terkendali. Saat itu, warga yang berolahraga merasa lebih nyaman dibandingkan dengan situasi sekarang yang dinilai semakin tidak teratur.

Danny menilai, kunci pengendalian ada pada keseriusan pemerintah daerah dalam menegakkan peraturan daerah dan aturan pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa pembiaran justru akan membuat persoalan semakin sulit dikendalikan.