”Mereka tidak berkaca pada peristiwa itu, yang mestinya jadi pembelajaran justru diulangi lagi. Wajar jika kemudian publik banyak yang marah,” jelas Mukhsin.
Mukhsin mengingatkan agar semua pihak bisa bahu-membahu membantu dalam menangani permasalahan yang ada. Menurut Mukhsin, penanggulangan bencana baru terlihat lebih cepat setelah kunjungan dua kali Presiden Prabowo di daerah bencana pada Senin (1/12/2025) dan Minggu (7/12/2025).

“Selain itu, dalam keadaan ini pemerintah dan warga harus bersinergi dalam membantu saudara kita yang terdampak,” ujarnya.
Pernyataan Presiden Prabowo

Sebelumnya muncul pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan dia tidak akan ragu untuk memecat pejabat yang dinilai tidak bisa menjalankan tugas rakyat dan setia mengabdi kepada negara. Pernyataan itu, dia katakan saat memberikan pengarahan terkait percepatan pembangunan Papua, Presiden Prabowo menyatakan peringatan itu bukan untuk menurunkan semangat para pejabat, namun justru membangkitkan semangat untuk menegakkan hukum.
“Kita tidak akan ragu-ragu copot, memecat pejabat yang tidak mampu, tanpa memandang bulu, tanpa melihat partai mana asa-usul, suku mana, agama mana, ras mana. Siapa yang tidak bisa setia menjalankan tugas rakyat kita persilakan untuk berhenti dari jabatan-jabatan pengabdian kepada negara dan rakyat,” tegas Prabowo.

Untuk diketahui, sebelumnya dihebohkan dengan beredarnya video kontroversi pejabat. Kali ini, sosok itu diduga adalah Kepala BGN (Badan Gizi Nasional), Dadan Hindayana yang sedang asyik bermain golf ditemani sejumlah caddy. Video tersebut viral setelah tersebar luas di media sosial.


