Teropongistana.com Lebak – Penjelasan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak terkait kritik viral proyek Alun-Alun Rangkasbitung justru memicu kecaman lebih keras. Proyek bernilai sekitar Rp4,9 miliar tersebut dinilai mencerminkan kegagalan total dalam perencanaan, lemahnya pengawasan, hingga dugaan praktik tidak sehat dalam pengelolaan anggaran.

Wakil Ketua Umum XV Feradi WPI Kabupaten Lebak, Fam Fuk Tjhong, yang akrab disapa Koh Uun, menyebut pernyataan PUPR semakin memperjelas bahwa proyek tersebut sejak awal tidak dirancang secara matang.

“Kalau dalam perencanaan setplan WC saja tidak dimasukkan, itu artinya PUPR tidak memahami detail peruntukan proyek. Ini bukan kesalahan teknis biasa, ini kebodohan dan ketidakbecusan dalam perencanaan,” tegas Koh Uun kepada media ini, Minggu (11/1/2026).

Iklan

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran umum mengapa banyak proyek PUPR yang menelan anggaran besar namun hasilnya jauh dari kata berkualitas.

“Makanya hampir semua proyek PUPR tidak berkwalitas. Saya tantang Kadis PUPR, tunjukkan satu saja proyek PUPR yang benar-benar bisa dibanggakan kualitasnya,” ujarnya.

Koh Uun juga mempertanyakan peran konsultan perencana dan pengawas yang seharusnya bertanggung jawab secara teknis terhadap proyek tersebut.