Teropongistana.com Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan Jakarta, sebuah kabar mulai menyebar perlahan namun pasti di antara lingkaran pekerja pemerintah, kalangan bisnis konstruksi, hingga warga yang memperhatikan perkembangan proyek besar negara. Suara bisikan tentang mundurnya sejumlah pejabat di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) tidak lama kemudian menggelegar seperti ombak yang menghantam dermaga, membuat banyak pihak bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar lembaga yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur strategis negara.
“Saya dapat informasi dari sumber dekat di dalam KemenPU, katanya Dirjen CK (Cipta Karya) Dewi Chomistriana sendiri dan tiga orang direktur di bawahnya sudah mundur,” ujar seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya saat ditemui di salah satu kafe di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026)
Kabar ini langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai grup diskusi dan media sosial, dengan berbagai spekulasi mulai muncul ke permukaan. Banyak pihak yang mengasosiasikan kabar tersebut dengan beban pekerjaan yang berat serta sejumlah proyek strategis yang belum selesai tuntas.
Di antara proyek-proyek yang disebut-sebut adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam membangun tatanan baru bagi pemerintahan Indonesia. Selain itu, pembangunan gedung Majelis Rakyat Papua (MRP) di Papua Selatan juga disebut sebagai salah satu faktor yang menyebabkan tekanan bagi pejabat di Ditjen Cipta Karya.
Beberapa kalangan menyatakan bahwa tuntutan dan tekanan untuk menyelesaikan proyek-proyek ini dalam waktu yang telah ditetapkan mungkin telah menjadi beban yang terlalu besar. Sehingga memaksa sejumlah pejabat untuk mengambil keputusan untuk mengundurkan diri.
Pertanyaan mengenai kabar mundurnya tiga orang direktur di bawahnya masih belum menemukan jawaban yang jelas. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak KemenPU yang menjelaskan secara detail mengenai kondisi tersebut, apakah mereka benar-benar mengundurkan diri karena tekanan kerja atau alasan lain.

