“Kita tidak perlu memaksakan penggunaan anggaran jika tidak ada kebutuhan yang jelas dan manfaat yang nyata bagi rakyat. Anggaran negara adalah uang rakyat, sehingga harus dikelola dengan penuh tanggungjawab dan akuntabilitas,” ujar Dadan Hindayana dalam pidato sambutannya setelah menerima penghargaan.

Selain keberhasilan dalam pengelolaan anggaran, program MBG yang dipimpinnya juga telah menarik perhatian internasional karena konsepnya yang tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi lokal. Hingga bulan Januari 2026, BGN telah berhasil menyalurkan anggaran sebesar Rp19,5 triliun untuk implementasi program di berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya itu, program MBG juga difungsikan sebagai dapur darurat yang memberikan makanan bergizi bagi pengungsi bencana alam di beberapa wilayah yang terdampak bencana, seperti di Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian wilayah Jawa Tengah. Kontribusi ini turut menjadi alasan utama pemberian penghargaan tertinggi tersebut kepada Dadan Hindayana.

Dalam acara yang sama, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo menerima penghargaan Bintang Jasa Pratama. Penghargaan ini diberikan atas jasanya dalam memperkuat sistem keamanan nasional, meningkatkan profesionalisme anggota polri, serta menggerakkan program kerja Polri yang mendukung pembangunan ketahanan gizi dan pangan masyarakat.

“Kerjasama antara Polri dan BGN dalam pembangunan SPPG dan gudang ketahanan pangan ini adalah bukti bahwa keamanan dan kesejahteraan rakyat tidak bisa dipisahkan. Kami siap terus mendukung program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Komjen Dedi Prasetyo.

Selain kedua pejabat tersebut, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada juga menerima penghargaan Bintang Jasa Nararya atas kontribusinya dalam pengelolaan sumber daya manusia dan sistem administrasi yang efektif di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.

Peresmian 1.179 SPPG Polri dan 18 gudang ketahanan pangan yang dilakukan pada acara tersebut diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap makanan bergizi, terutama di daerah-daerah yang memiliki risiko tinggi masalah gizi. Setiap SPPG akan dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan makanan, tempat penyajian, serta tenaga kesehatan yang akan memberikan edukasi tentang gizi seimbang kepada masyarakat.

Gudang ketahanan pangan yang dibangun akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan pokok dan bahan makanan bergizi yang dapat digunakan untuk mendukung program MBG serta sebagai cadangan dalam kondisi darurat atau bencana alam.