Teropongistana.com JAKARTA — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berpijak pada rasionalitas dan rekonsiliasi dalam peluncuran buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” karya jurnalis senior Joseph Osdar di Parle Resto, Senayan Park, Jakarta, Minggu (15/2/26). Bamsoet mengajak semua pihak melihat kembali perjalanan demokrasi Indonesia yang pernah diwarnai polarisasi tajam, sekaligus menekankan urgensi politik yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas ego sektoral.
“Politik akal sehat adalah
keberanian untuk mengambil keputusan yang mungkin tidak populer, namun sangat krusial bagi keselamatan negara. Termasuk ketika Beliau memutuskan untuk menata kembali sistem perekonomian Indonesia sesuai amanah konstitusi UUD 1945 khususnya pasal 33 sebagai landasan konstitusional perekonomian Indonesia yang menekankan asas kekeluargaan, penguasaan negara atas cabang produksi penting, dan pengelolaan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat,” terang Bamsoet.

Bamsoet juga menceritakan kenangannya sebagai wartawan muda 40 tahun yang lalu, saat pertama kali berjumpa dengan Danjen Kopassus Mayjend TNI AD Prabowo Subianto, di Markas Komando Pasukan Khusus di Cijantung, Jakarta. Pertemuan tersebut bagi Bamsoet memberikan kesan yang sangat mendalam. Disitulah Dia mengetahui tidak semua perwira yang diberi pangkat jenderal memiliki pengalaman berperang dilapangan mempertahankan kedaulatan bangsa. Prabowo menegaskan bahwa dia jenderal perang, bukan jenderal bisnis yang setiap hari hanya main golf. Hal itu diucapkan Prabowo dalam merespon tulisan Bamsoet yang berjudul “Prabowo, Jenderal Bisnis Bagi Kesejahteraan Prajurit” yang menjadi sampul majalah INFO BISNIS yang dipimpin Bamsoet saat itu.
“Saya ingat betul saat itu Prabowo dengan tegas mengatakan, ‘Saya jenderal perang, bukan jenderal golf. Kalimat itu membekas hingga hari ini sebagai simbol karakter yang autentik, tegas, dan tidak mau terjebak dalam politik pencitraan yang sifatnya kosmetik,” kenang Bamsoet

Akademisi Rocky Gerung menceritakan bagaimana usulan Dia agar menyerang balik Jokowi dalam debat capres/cawapres 2019 dengan menggunakan buku Francis Fukuyama berjudul The Great Disruption yang dibaca oleh seluruh presiden dunia. Namun ditolak mentah-mentah oleh Prabowo, karena tidak sopan dan bisa mempermalukan Jokowi yang saat itu masih menjabat sebagai presiden.
“Harus saya akui, Prabowo memang punya semacam sense of keperwiraan. Dia tidak ingin menghina Presiden Jokowi di atas panggung,” jelas Rocky.



