Teropongistana.Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan perumahan secara terintegrasi di Kalimantan Utara. Penegasan itu disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait usai bertemu Gubernur Zainal A. Paliwang di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Pertemuan tersebut juga dihadiri Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM), Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial (SMF), serta Komisioner BP Tapera. Mereka membahas langkah konkret percepatan pembangunan perumahan di provinsi tersebut.

Menteri yang akrab disapa Ara itu menekankan bahwa kebijakan yang disiapkan tidak dilakukan secara terpisah, melainkan dirancang menyeluruh dan saling terhubung.

Iklan

“Kita membangun secara komprehensif. Pertama, fokus menuntaskan satu kawasan kumuh menjadi tidak kumuh. Kedua, melakukan renovasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni melalui program BSPS. Ketiga, mempercepat penyediaan rumah subsidi agar masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses hunian yang layak,” ujar Menteri Ara.

Selain pembangunan fisik, program ini juga diperkuat dengan skema penguatan ekonomi masyarakat melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Dukungan pembiayaan ultra mikro bagi nasabah Mekaar di Kalimantan Utara turut disiapkan guna meningkatkan daya beli dan kapasitas pembiayaan keluarga, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga.

Sebagai tindak lanjut tahun ini, Menteri PKP mendorong penyiapan kuota rumah subsidi sebanyak 2.000 unit di Kalimantan Utara.