📍 Iran

Teropongistana.com Jakarta – Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang terjadi akhir pekan lalu di Teheran.

Media pemerintah Iran dan lembaga internasional mengonfirmasi kematian Khamenei, yang juga menyebabkan tewasnya sejumlah anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucu, serta pejabat tinggi seperti Komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh. Iran menetapkan masa berkabung selama 40 hari.

Presiden AS Donald Trump menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” dan menegaskan operasi militer akan berlanjut hingga tujuan strategis AS dan Israel tercapai.

Iklan

Kematian Khamenei menimbulkan kekosongan dalam struktur kepemimpinan Iran. Guru besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menjelaskan bahwa menurut konstitusi Iran, bila tidak ada Pemimpin Tertinggi, kekuasaan akan dipegang sementara oleh Presiden, Ketua Mahkamah Agung, dan perwakilan ulama.

“Bila pengganti Ali Khamenei realistis dan tidak mau mengorbankan rakyatnya, bisa saja mereka memilih jalur diplomasi atau menyerah terhadap tekanan AS dan Israel. Namun, jika sosok baru bersikap keras, perang bisa berkepanjangan,” kata Hikmahanto kepada wartawan, Senin (2/3/2026).