Ketiga, Mitigasi Krisis Global
Mendorong kebijakan kemandirian (self-sufficiency) di sektor pangan dan energi untuk menghadapi gangguan rantai pasok global (supply chain disruption), selaras dengan visi Asta Cita.

Momentum Rekonsiliasi Intelektual

Pernyataan ini disampaikan sebagai pengantar menuju diskusi strategis yang akan dihadiri sejumlah tokoh nasional di Resto Batik Kuring, Jakarta, pada Sabtu, 14 Maret 2026 mendatang. Fadhil menegaskan bahwa pertemuan tersebut dirancang sebagai wadah brainstorming nasional untuk merumuskan pemikiran kolektif yang jujur, bersih, dan berpihak kepada rakyat.

Senada dengan Fadhil, Sekretaris Jenderal Mubarok Institute, Herry Purnomo, menegaskan bahwa Indonesia harus mampu memainkan peran strategis di tengah dinamika global.

“Indonesia harus tetap tegak sebagai kekuatan alternatif yang disegani. Kita harus mampu memerankan politik perdamaian dunia tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat sendiri,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi taktis bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas domestik agar tidak terkooptasi oleh kepentingan transnasional yang merugikan negara.