Ia menambahkan, transparansi dalam pemeriksaan aliran dana ini sangat krusial untuk membuktikan bahwa Kejagung benar-benar bersih dan tidak melakukan tebang pilih dalam menindak anggotanya yang menyimpang.
Ujian Konsistensi Kejaksaan Agung
Kasus suap yang melibatkan WNA ini menjadi batu ujian bagi Jaksa Agung ST Burhanuddin. MataHukum mengingatkan bahwa komitmen Jaksa Agung untuk melakukan “bersih-bersih” di internal Kejaksaan sedang dipertaruhkan. Penanganan kasus yang hanya bersifat administratif dianggap tidak akan memberikan efek jera bagi jaksa lain yang berpotensi menyalahgunakan kewenangan.
“Masyarakat memantau apakah ada proses hukum pidana yang berjalan. Jika para aktor ini tidak diseret ke pengadilan, maka kredibilitas Kejaksaan sebagai benteng hukum akan runtuh. Jangan sampai ada kesan bahwa hukum tajam ke luar namun tumpul ke dalam institusi sendiri,” tutup Mukhsin.

MataHukum menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan lembaga pengawas eksternal guna memastikan seluruh pihak yang terlibat, baik pemberi maupun penerima suap, mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai undang-undang yang berlaku.



