Tidak hanya soal tambang, Arif Rahman juga membawa aspirasi untuk melindungi kawasan strategis Taman Nasional Ujung Kulon. Menurutnya, kawasan yang menjadi paru-paru dunia dan habitat asli badak bercula satu ini masih sangat minim fasilitas dan dukungan anggaran, padahal perannya sangat vital bagi dunia.

“Sudah beberapa kali saya kunjungi langsung ke sana. Saya melihat kondisinya masih sangat terbatas, fasilitasnya sangat minim, dan dukungan anggarannya belum sebanding dengan nilai strategisnya. Padahal, kawasan ini adalah penyangga kehidupan, bukan hanya bagi kita tapi bagi seluruh dunia. Ia bernapas untuk dunia, tapi dunia belum cukup menghargainya,” paparnya penuh harap.

Baca JugaKunjungan Presiden Prabowo Subianto ke TokyoMinggu, 12 April 2026
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo awal April ini bukan sekedar kunjungan kehormatan diplomasi biasa atau sekedar seremoni “kulon newun” pemimpin baru. Ini bukan merupakan hal yang baru dalam kemitraan ini, Indonesia-Japan Maritime Forum (IJMF) yang di luncurkan sejak 2016 menjadi wadah rutin bagi kedua negara dalam membahas isyu sensitive dan strategis

Lebih jauh, politisi NasDem ini menekankan agar perlindungan terhadap satwa langka, khususnya badak yang menjadi ikon kebanggaan bangsa, harus menjadi prioritas utama.

“Kita tidak boleh lengah. Sang badak yang hanya ada di sana, hidupnya sangat bergantung pada kita. Mereka adalah harta karun yang harus dijaga nyawanya. Nasib mereka dan nasib hutan kita adalah tanggung jawab kita bersama. Mari selamatkan Ujung Kulon sebelum semuanya terlambat,” pungkas Arif Rahman dengan suara yang menyentuh hati.