Teropongistana.com Jakarta – Suara alam seakan memekakkan telinga meminta pertolongan. Provinsi Banten, khususnya wilayah Lebak, kini tengah mengalami luka mendalam akibat maraknya aktivitas pertambangan liar yang tak terkendali. Kerusakan yang terjadi bukan lagi sekadar masalah biasa, melainkan sebuah bencana lingkungan yang mengkhawatirkan masa depan.
Hal ini menjadi sorotan tajam dan keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi IV DPR RI, Fraksi NasDem, Arif Rahman. Dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Kehutanan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/4), legislator dari Dapil Banten I ini berbicara dengan nada tegas namun penuh kesedihan.
“Pertambangan liar di daerah kami, terutama di Lebak ini sudah sangat luar biasa, khususnya tambang emas liar. Luas lahan yang sudah dirusak dan dikuasai secara ilegal ini diprediksi hampir mencapai 200 ribu hektare. Angka yang sangat besar dan menyakitkan. Ini bukan sekadar kerusakan, ini adalah perampasan terhadap masa depan generasi kita,” ujar Arif Rahman dengan penuh penekanan.
Ia memandang, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kerusakan lingkungan yang terjadi membutuhkan perhatian serius dan tindakan nyata dari pemerintah, terutama Kementerian Kehutanan.
“Saya memohon dan mendesak perhatian khusus dari pihak kementerian. Kita harus bekerja keras bagaimana cara menghentikan aktivitas ilegal ini. Jangan biarkan kekayaan alam kami dirampas dan dirusak tanpa ada kepastian hukum yang tegas. Banten tidak boleh terus terluka,” tegasnya.
Ujung Kulon, Paru-Paru Dunia yang Kurang Dihargai





