“Yang paling menyedihkan, itu hanya akan menggoreskan luka yang sudah kering, serta memecah belah tali persaudaraan yang sudah kita jaga bertahun-tahun,” tambahnya.
Alihkan Pandangan ke Depan, Dukung Pemerintahan Sekarang

Daeng mengajak masyarakat untuk berpikir dewasa. Masih begitu banyak hal mulia yang harus diperjuangkan bersama, sayang jika energi habis hanya untuk memunguti pecahan masa lalu.
“Alihkanlah pandanganmu ke depan. Arahkan perhatian untuk mengawal pemimpin yang sekarang memegang tampuk kekuasaan. Lihatlah dengan mata terbuka, bagaimana mereka bekerja dan berusaha menepati janji,” serunya.

Lihatlah hasilnya kini. Rakyat bisa tidur nyenyak, hidup aman, tentram, dan damai tanpa rasa gelisah. Itu bukti nyata bahwa pemimpin bangsa ini berkelas, memiliki jiwa negarawan yang besar, bukan sosok yang kaleng-kaleng yang hanya bisa membuat gaduh.
Persatuan adalah Harga Mati

Pesan utama yang ingin disampaikan Mukhsin Nasir adalah cinta untuk persatuan. Kita ini satu darah, satu tanah air, satu nafas.
“Perbedaan pendapat itu biasa, tapi jangan sampai jadi benih kebencian. Membahas hal lewat hanya menghambat laju pembangunan. Negeri ini butuh kita bersatu, bahu-membahu, saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.

“Mari jaga kerukunan seperti mata kepala sendiri. Kawal kebaikan, dukung apa yang sedang dibangun demi anak cucu nanti. Karena persatuan adalah harga mati, dan kedamaian adalah anugerah terindah. Mari melangkah ke depan dengan kepala tegak dan hati ikhlas,” pungkas Mukhsin Nasir.


