Malam penghargaan ini juga menjadi momen untuk memberikan apresiasi kepada desa-desa terbaik dalam berbagai kategori, mulai dari pengelolaan keuangan, kepatuhan data, hingga kreativitas film pendek.

“Para penerima award ini adalah agen perubahan. Mari kita jaga kejujuran karena setiap kebijakan dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan dan rakyat,” pungkas ST Burhanuddin.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Desa Yandri Susanto, Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Raffi Ahmad, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.

Anang Supriatna: Sinergi Ini Bukti Nyata Kejaksaan Hadir di Tengah Rakyat

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menilai acara ini menjadi momentum penting yang menunjukkan kedekatan lembaga kejaksaan dengan masyarakat akar rumput.

“ABPEDNAS Jaga Desa Award 2026 ini adalah bukti nyata bahwa sinergi antara penegak hukum dan unsur pemerintahan desa berjalan sangat harmonis dan efektif,” ujar Anang Supriatna.

Menurutnya, kehadiran Jaksa Agung beserta jajaran menunjukkan betapa pentingnya peran desa dalam peta pembangunan nasional.

“Program Jaga Desa bukan sekadar slogan, tapi sudah teruji menjaga amanah rakyat. Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi agar desa-desa di seluruh Indonesia semakin maju, tertib administrasi, dan sejahtera di bawah pengawasan hukum yang kuat,” tambahnya penuh semangat.