“Setelah dinormalisasi dan dilakukan penurapan, insyaAllah wilayah ini diharapkan tidak lagi terdampak banjir. Ini adalah langkah jangka panjang untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Bupati juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dan pelaku usaha di dua wilayah tersebut yang secara mandiri melakukan pembongkaran bangunan. Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi pihak lainnya
“Di wilayah Sepatan, ada tiga perusahaan yang akan membongkar secara mandiri. Di Pasar Kemis juga masyarakat, termasuk pelaku usaha dan tempat ibadah, sudah mulai melakukan pembongkaran,” ungkapnya.
Lanjut dia, untuk panjang normalisasi Kali Cirarab, diperkirakan mencapai sekitar 700 meter, mulai dari wilayah Gelam hingga lokasi peninjauan di PT. Intek
Terkait penanganan banjir di wilayah lain, dia menyebut bahwa akan dilakukan pembangunan turap dan infrastruktur pengendali banjir lainnya, seperti di wilayah Jayanti dan Kresek yang saat ini sedang dalam proses tender oleh BBWS.
“Penanganan banjir menjadi perhatian bersama antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan BBWS. Semua dilakukan secara bertahap untuk mengurangi tingkat kebanjiran di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.









