Teropongistana.com Jakarta – Komite Pemantau Makan Bergizi Gratis (KP-MBG) yang dipimpin oleh Achmad Ismail mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Ketenagakerjaan atas sambutan baik dan waktu yang disediakan saat audiensi yang berlangsung pada Rabu (22/4/2026).
Dalam pertemuan dengan jajaran Direktorat Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan yang diwakili oleh Bagus Kuncoro dan timnya, Achmad menyampaikan apresiasi sekaligus menyampaikan harapan agar permasalahan ketenagakerjaan di lapangan, terutama yang menimpa para pekerja Program Makan Bergizi Gratis, mendapatkan penanganan yang serius dan bertanggung jawab.
“Saya ucapkan terima kasih banyak atas penerimaan audiensi hari ini. Kami sangat menghargai perhatian yang diberikan untuk mendengarkan semua aspirasi dan persoalan yang kami angkat. Kami juga menyampaikan apresiasi atas proses dan langkah-langkah yang sudah dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan selama ini, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak pekerja,” ujar Achmad membuka pembicaraan.
Kronologis Kejadian yang Menimpa Sri Rahayu
Salah satu kasus yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini adalah musibah yang dialami oleh Sri Rahayu Adiningsih (24 tahun). Ia menjabat sebagai Kepala Koki atau Head Chef di dapur pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang dikelola oleh Yayasan Mutiara Kharisma Insani.
Kejadian berlangsung pada hari Senin, 13 April 2026. Saat itu, Sri Rahayu berangkat menuju tempat kerja seperti biasa untuk mempersiapkan kebutuhan penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Di tengah perjalanan menuju lokasi kerja, kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan lalu lintas yang cukup parah.





