Teropongistana.com Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru-baru ini menyampaikan tanggapan terkait usulan penggunaan venue Jakarta International Stadium (JIS) maupun Gelora Bung Karno (GBK) untuk penyelenggaraan konser grup musik BTS, menyusul desakan yang disampaikan oleh komunitas penggemar atau yang akrab disapa ARMY.
Di sisi lain, langkah serupa juga diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. Melalui Menteri Luar Negeri Sugiono, pemerintah menyampaikan dorongan agar penyelenggaraan acara-acara konser musik K-Pop di Indonesia dapat terus ditingkatkan jumlahnya.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia sekaligus pengamat politik, Arifki Chaniago, menilai bahwa kedua langkah tersebut menunjukkan adanya pergeseran pendekatan politik, di mana isu-isu budaya populer kini mulai menjadi perhatian utama untuk menjangkau kalangan anak muda.
“Hal ini membuktikan bahwa K-Pop tidak lagi sekadar dianggap sebagai hiburan belaka, melainkan telah menjadi pintu masuk yang efektif untuk mendekati dan berkomunikasi dengan pemilih muda. Budaya ini telah melekat kuat dalam ruang sosial dan keseharian mereka,” ujar Arifki pada Kamis, 23 April 2026.
Menurutnya, generasi muda yang terdiri dari kelompok Gen Z dan milenial memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan pemilih dari generasi sebelumnya. Mereka sangat aktif berinteraksi di dunia digital, memiliki ikatan yang kuat dalam komunitas, serta memiliki kedekatan emosional yang tinggi terhadap tren budaya global, termasuk musik dan hiburan asal Korea Selatan.
Dalam konteks tersebut, pernyataan Pramono yang menyentuh soal lokasi konser BTS dinilai sebagai bentuk pendekatan yang berbasis pada nilai-nilai budaya dan emosional. Langkah ini bertujuan untuk membangun kedekatan dengan komunitas penggemar yang dikenal memiliki tingkat loyalitas yang tinggi serta sangat aktif menyebarkan informasi dan pendapat di berbagai media sosial.