teropongistana,  Jakarta — Selama bertahun-tahun, publik Indonesia telah akrab dengan berbagai wajah hiburan Korea Selatan. Dari dentuman musik BTS, BLACKPINK, NCT hingga EXO, hingga drama-drama Korea yang membuat penonton rela begadang demi satu episode lagi.

Bioskop pun tak luput dari demam Hallyu. Film-film seperti Parasite, Train to Busan, The Moon, dan Exhuma membuktikan bahwa cerita dari Negeri Ginseng mampu menembus batas bahasa dan budaya.

Iklan

Namun di tengah kisah-kisah besar yang mendunia itu, sebuah film baru memilih jalan yang lebih sederhana.
Bukan tentang monster, bencana, atau intrik sosial. Melainkan tentang seorang nenek dan cucunya.

Film itu berjudul Dua Nafas.
Kolaborasi antara sineas Indonesia dan Korea Selatan ini menjadi salah satu upaya mempertemukan dua budaya yang ternyata memiliki kesamaan nilai yang kuat: penghormatan kepada keluarga.
Produser Park Joung-Kuk mengakui, besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap hiburan Korea menjadi salah satu alasan lahirnya proyek tersebut.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa industri hiburan Korea diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Film-film Korea dan drama Korea memiliki tempat tersendiri di hati penonton Indonesia. Karena itu kami optimistis Dua Nafas juga dapat diterima dengan baik,” ujarnya.