Menurutnya, Papua Tengah memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI. Oleh karena itu, kesadaran kolektif masyarakat perlu terus dibangun melalui kegiatan edukatif seperti seminar ini.

Dalam sambutan gubernur yang dibacakan, disampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Pemerintah daerah menilai seminar ini sangat relevan, terutama dalam momentum refleksi sejarah 1 Mei 1963.

Tanggal tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Papua sebagai bagian dari Indonesia. Momentum ini, menurutnya, harus dimaknai sebagai awal dari tanggung jawab bersama dalam membangun daerah secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan Papua harus diwujudkan melalui pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini menjadi prioritas dalam mewujudkan keadilan sosial di wilayah timur Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan, persatuan yang dirasakan saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang bangsa Indonesia, yang melibatkan diplomasi, konsensus politik, hingga operasi militer.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyoroti tiga poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, meningkatkan kesadaran kolektif agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

Kedua, memberikan edukasi kepada generasi muda agar memahami proses sejarah serta tetap terhubung dengan identitas kebangsaan. Ketiga, memperkuat semangat nasionalisme dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa.

Di akhir kegiatan, generasi muda Papua Tengah diimbau untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pemahaman geopolitik global. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu berkontribusi dalam mewujudkan Papua Tengah yang maju, mandiri, dan bermartabat. (Abdullah)