*Kondisi Korban: Masih Kritis, Belum Bisa Bergerak*
Rama, selaku perwakilan keluarga korban, menceritakan kondisi menyedihkan yang dialami Sri Rahayu hingga saat ini.

“Kondisi terakhir Sri Rahayu masih dalam perawatan intensif. Ia mengalami cedera serius pada bagian kepala hingga harus menjalani operasi besar dan tindakan medis lanjutan yang kompleks. Operasi pertama dilakukan pada 11 Maret 2026 lalu dalam kondisi yang sangat kritis,” ungkap Rama dengan berat hati.
Hingga saat ini, korban masih dalam tahap pemulihan mendalam. Meskipun fungsi pernapasan mulai membaik, namun tubuhnya belum bisa digerakkan secara normal.
“Keluarga sangat berharap ia bisa pulih sepenuhnya dan kembali normal. Namun beban biaya pengobatan yang terus membengkak menjadi tekanan yang sangat berat. Kami memohon agar pemerintah segera hadir, mengambil tanggung jawab penuh, dan tidak membiarkan dia berjuang sendirian,” tambahnya memohon.
Janji Pemerintah: Akan Dikoordinasikan Segera
Merespons hal ini, Direktur Siti Fajar memberikan kepastian bahwa hasil audiensi akan segera dilaporkan kepada Menteri HAM. Pihaknya berjanji akan mempercepat koordinasi lintas kementerian bersama Kemnaker, BGN, dan Kemenkes untuk memastikan biaya pengobatan ditanggung pemerintah dan korban mendapatkan penanganan terbaik.




