Teropongistana.com Jakarta – Direktur Eksekutif Center For Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti tajam proyek pengadaan kompor di lingkungan Kementerian Sosial yang nilainya mencapai miliaran rupiah, yang berlangsung sepanjang tahun anggaran 2025 hingga 2026. Kritik ini disampaikan menyusul momen pertemuan dan sapaan antara mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Uchok, sapaan yang disampaikan Gus Yaqut kepada Gus Ipul itu disebut-sebut sebagai “salam kompor”, yang dikaitkan langsung dengan proyek pengadaan barang di Kemensos. Istilah ini kemudian dipandang memiliki makna khusus.

“Salam dari Gus Yaqut ke Gus Ipul itu dikenal sebagai ‘salam kompor’, yang sering dimaknai sebagai sesuatu yang memanaskan suasana. Mulai dari kasus yang menimpa Gus Yaqut, hingga kasus sepatu seharga Rp700 ribu yang menjadi sorotan saat Gus Ipul menjabat, keduanya sama-sama membuat situasi menjadi panas di ruang publik dan media sosial,” ujar Uchok dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Uchok kemudian merinci data pengadaan yang ia himpun. Pada tahun 2025, melalui Sekretariat Jenderal, Kemensos dikatakan mengadakan jenis Kompor SR 1C dengan total anggaran sekitar Rp1,8 miliar untuk 264 unit. Artinya, rata-rata harga per unit mencapai sekitar Rp7 juta.

Namun, pengadaan tidak berhenti di situ. Di tahun yang sama, anggaran kembali dikeluarkan untuk pembelian kompor dengan nilai jauh lebih besar, yakni mencapai Rp5,3 miliar. Kali ini harga rata-rata per unitnya melonjak menjadi sekitar Rp13,2 juta.

“Belum hilang rasa kaget melihat harga Rp7 juta, ternyata di tahun yang sama Gus Ipul kembali mengadakan pembelian kompor dengan nilai fantastis Rp5,3 miliar. Harga rata-ratanya mencapai Rp13.255.000 per unit,” jelasnya.