Ia meminta seluruh elemen bangsa berpikiran jernih dan tidak berprasangka buruk. Menurutnya, sangat wajar dan manusiawi jika seorang pemimpin besar yang dicintai jutaan orang, tetap ingin bersilaturahmi dan menyapa rakyatnya secara langsung.
“Masak Pak Jokowi keliling menyapa rakyat saja ditafsirkan macam-macam, dikait-kaitkan dengan isu politik ini-itu? Berhentilah membuat narasi aneh. Bagi kami dan bagi seluruh bangsa, Pak Jokowi itu milik Indonesia, milik rakyat seutuhnya. Beliau adalah pemimpin yang segenap pikiran, waktu, dan tenaganya memang dikhususkan untuk kemaslahatan rakyat,” jelasnya.
Terkait adanya berbagai komentar negatif yang bermunculan, Budi Arie mengaku santai dan menganggap hal tersebut sebagai bumbu biasa dalam dinamika demokrasi dan kebebasan berekspresi.
Budi Arie pun memastikan bahwa komunikasi antara kepemimpinan PROJO dengan Joko Widodo terus berjalan hangat dan intens, terutama dalam rangka mengawal kelancaran agenda Konferda yang sedang bergulir.
Sementara itu, menghadapi tantangan masa depan, DPD PROJO Jawa Barat menyatakan keterbukaan penuh. Seluruh posko dan jajaran di daerah siap menjalin kerja sama dengan siapa saja, baik elemen relawan, komponen masyarakat, maupun parpol, selama tujuannya untuk kebaikan dan kemajuan bersama.

