Menurut Cecep, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menekan risiko penyebaran penyakit yang bersumber dari lingkungan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Edis Herdis, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama UBHI dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Leptospirosis merupakan penyakit yang perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar warga memahami cara pencegahannya, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, hingga menggunakan alat pelindung saat beraktivitas di area yang berpotensi terkontaminasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya sanitasi lingkungan, diharapkan angka kasus leptospirosis dapat tekan,’ tukasnya.
(Lili Romli/red)
