Teropongistana.com Jakarta — Forum diskusi Kopdar Bareng Mas Dar yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Senin malam (15/6/2026), berakhir ricuh setelah sekelompok mahasiswa menggeruduk panggung dan memaksa acara dihentikan. Seorang ajudan pejabat negara dilaporkan terluka akibat lemparan benda keras dari massa.

Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) DKI Jakarta, Asip Irama, mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai kemunduran serius dalam budaya demokrasi di Indonesia.

“Forum itu adalah ruang dialog yang sah, berizin, dan terbuka. Membubarkannya secara paksa bukan tindakan demokrasi. Itu tindakan yang justru membunuh demokrasi atas nama demokrasi. Ini kontradiksi yang berbahaya,” kata Asip.

Iklan

Asip menegaskan, demokrasi yang sehat mensyaratkan kemampuan berargumen secara rasional, bukan sekadar melampiaskan sentimen. Menurutnya, kekuatan sejati gerakan mahasiswa selalu terletak pada kualitas argumen, bukan pada skala kegaduhan yang diciptakan.

“Jika mahasiswa yakin argumennya kuat, duduklah di depan pejabat itu, ajukan data, tanyakan yang tidak bisa mereka jawab. Itulah yang benar-benar membuat kekuasaan tunduk. Bukan botol yang dilempar, bukan panggung yang diduduki,” ujarnya.

Asip juga menyoroti karakter aksi-aksi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir yang ia nilai semakin jauh dari tradisi gerakan intelektual yang selama ini menjadi kekuatan moral mahasiswa Indonesia.