Sementara itu, Ikhsan Buyung Kalean, Perwakilan Aliansi BEM Persatuan Indonesia dari Universitas Ibnu Chaldun menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tetap berpegang pada nilai-nilai demokrasi dan persatuan.

“Kami mengecam keras segala bentuk persekusi atau pembatasan ruang diskusi. Demokrasi itu tumbuh lewat dialog dan pertukaran pikiran, bukan dengan menutup pendapat yang berbeda,” katanya.

Ikhsan juga menyampaikan pandangan terkait situasi ekonomi dan ketenangan publik.

“Kami meminta pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan BBM bersubsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Di sisi lain, kami mengajak seluruh rakyat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks, serta tetap menjaga persatuan agar bangsa ini tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.

Ia menanggapi secara khusus tantangan untuk berdialog dengan pejabat publik.

“Kami menantang Wakil Menteri Pertanian Sudaryono maupun pejabat lainnya untuk hadir berdiskusi secara terbuka. Jika memiliki keyakinan dengan kebijakan yang diambil, maka buktikan dengan data dan argumen yang masuk akal, bukan hanya mengandalkan emosi atau kekuasaan semata. Inilah wujud demokrasi yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, aliansi ini telah menyampaikan lima poin sikap resmi, yaitu mendorong evaluasi menyeluruh lembaga dan program pemerintah, menjamin kebebasan ruang berpendapat, memulihkan stabilitas ekonomi, mengimbau masyarakat waspada terhadap informasi menyesatkan, serta meminta pejabat menjadi jembatan aspirasi bagi rakyat.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis, BEM Persatuan Indonesia menegaskan posisinya setelah melakukan kajian mendalam: mendukung kelanjutannya karena aspek gizi bersifat mendasar, namun dengan syarat utama bahwa seluruh mekanisme pelaksanaannya harus diperbaiki secara komprehensif.