Untuk menjangkau seluruh wilayah, BPS mengerahkan total 281 tenaga lapangan, terdiri dari 33 orang pengawas dan 248 petugas pendata. Sebelum turun ke lokasi, seluruh petugas telah mengikuti pelatihan intensif selama enam hari, baik secara daring maupun tatap muka. Saat ini kegiatan sudah memasuki hari ketujuh dari rencana pelaksanaan selama dua bulan ke depan.
“Pendataan kali ini mencakup seluruh jenis usaha, mulai dari skala besar, menengah, kecil, mikro, hingga yang beroperasi secara daring. Tidak ada satu pun unit usaha yang terlewatkan,” jelas Isa.
Data yang dihimpun nantinya akan menjadi peta potensi ekonomi daerah, memetakan persebaran usaha, serta profil pelaku ekonomi di setiap kecamatan dan desa. Hasilnya akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun program yang tepat sasaran, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Utara. (Nanang)
