Belum lagi soal transparansi. Tidak ada indikator penilaian yang disampaikan, sehingga orang tua sulit memahami alur penentuan juara maupun bahan evaluasi bagi peserta yang belum beruntung.
“Puncak keanehan justru saat pimpinan penyelenggara membagikan nomor ponsel pribadinya dari atas panggung, alih-alih menjelaskan kriteria dan rincian nilai yang seharusnya transparan,” ujar orang tua lainnya dengan nada kecewa.

Pertanyaan besar juga muncul dari hasil pemenang kategori usia 5–8 tahun. Tujuannya mencari duta pelestarian budaya Jakarta, namun juara justru diraih dengan penampilan taekwondo—bakat umum yang dinilai tidak selaras dengan misi utama ajang ini.
Anak-anak Diperlakukan Tanpa Empati

Sisi lain yang menyayat hati adalah bagaimana peserta diperlakukan. Tidak ada tempat berteduh yang layak, membuat anak-anak terpaksa menonton di bawah terik matahari. Ada peserta yang urutannya diserobot sepihak dengan alasan mendadak, sementara yang lain rela bersabar menunggu berjam-jam hingga sore tanpa kejelasan.
Di hari kedua, Minggu 28 Juni, terjadi hal yang membingungkan saat sesi tanya jawab budaya. Seorang anak berusia lima tahun yang sudah memiliki pasangan, tiba-tiba harus maju sendirian tanpa penjelasan.

Yang paling menyentuh hati, seluruh peserta dipaksa berdiri berjam-jam di bawah panggung hingga prosesi penobatan selesai mulai dari pemasangan selendang untuk semua kategori. Banyak anak kecil tampak kelelahan, ada yang hanya bisa berjongkok, bahkan ada yang menangis, namun respon panitia terasa dingin dan acuh tak acuh.
“Anak-anak itu sudah berjuang dan berlatih keras, tapi diperlakukan seolah tidak dihargai,” ungkap orang tua dengan suara bergetar.

Ironisnya, hingga hampir seminggu acara selesai, sertifikat tanda keikutsertaan sebagai finalis pun belum dibagikan kepada satu pun peserta.
“Di momen ulang tahun Jakarta ke-499 yang penuh makna, sungguh disayangkan jika upaya mengenalkan budaya pada anak-anak justru berakhir dengan luka dan ketidakpuasan seperti ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak penyelenggara.



