Ia mengatakan, “Dengan program-program Pro rakyat Prabowo Gibran tersebut, tentu banyak pihak terganggu kepentingannya, hal ini mungkin menjadi alasan Pembunuhan Karakter (character assassination) atau upaya sengaja, sistematis, dan berkelanjutan untuk merusak reputasi, kredibilitas, atau integritas pemerintahan saat ini termasuk terhadap saya, sehingga Program-program pemerintah menjadi mandek karena para pendukungnya “dipotong” satu persatu dengan fitnah-fitnah keji dalam berita-berita hoax.”
“Dengan adanya berita hoax atas diri saya, membuktikan bahwa masih ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia Bersatu untuk membangun perekonomian nasionalnya dengan mandiri dan berdaulat, ujar Revitriyoso.

Merasakan perkembangan pembentukan opini berupa propaganda hitam (black propaganda) di media sosial yang tidak sehat secara massif saat ini, Revitriyoso menyatakan kepada musuh rakyat dan negara Indonesia yang bermain di belakangnya untuk menghentikan produksi dan distribusi racun kebohongan di media sosial serta menghimbau aparat penegak hukum segera mencari dan memproses secara hukum yang berlaku kepada mereka yang melakukan kebohongan publik dengan menyebarkan kebohongan di media sosial.
Melalui rilis ini revitriyoso husodo, menyatakan bahwa, Pertama, kepada pihak penyebar berita/video hoax atas dirinya untuk segera menghentikan penyebaran video hoax tersebut di seluruh media sosial, dan meminta maaf secara terbuka guna membersihkan nama baik saya.

Adapun adanya Laporan Polisi atas penyebaran video hoax tahun 2025 akan kembali dilanjutkan ke tingkat yang lebih serius, apabila masih ditemui beredar video hoax tersebut dalam waktu 3×24 jam.
Kedua, melihat betapa media sosial berkembang sedemikian pesat sehingga mampu mempengaruhi kesadaran kolektif, ia menghimbau masyarakat luas untuk lebih cerdas dalam ‘mengunyah’ dan merespon isu yang tidak bertanggung jawab dengan cara mengkaji sumber kebenaran isu yang dibangun dan menganalisa bahwa konten tersebut adalah benar atau kebohongan, adakah tendensi untuk merusak atau membangun kepentingan Bersama.



