Menjadi suatu yang istimewa peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 ini. Untuk pertama kalinya lokasi peringatan Harlah Pancasila secara nasional diselenggarakan di luar ibukota negara. Lebih istimewa lagi karena lokasi yang dipilih untuk peringatan Harlah Pancasila adalah Ende, tempat di mana pertama kalinya Bung Karno merenungkan dasar negara Pancasila. Presiden Jokowi langsung menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Harlah Pancasila 1 Juni 2022.
Kehadiran Presiden Jokowi di “Kota Pancasila” Ende, merupakan kehadiran Presiden RI yang kedua kalinya. Kali pertama Presiden RI menghampiri kota Ende terjadi pada tahun 1954, saat Presiden Soekarno tiba kembali Ende, sembilan tahun setelah Indonesia merdeka. Kehadiran Bung Karno tahun 1954 di Ende dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI yang pertama, tentu saja sekaligus merupakan momen nostalgik mengenang masa-masa heroik revolusioner, saat dirinya diasingkan ke Ende pada masa revolusi kemerdekaan.

Kunjungan Presiden Jokowi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kali ini, terasa begitu istimewa terkhusus bagi warga Ende. Sedikitnya telah lebih dari sepuluh kali, Presiden Jokowi mendatangi NTT. Kunjungan-kunjungan Presiden Jokowi ke berbagai kabupaten kepulauan di NTT itu, berlangsung dalam suasana biasa (kunjungan yang teragendakan sejak awal), pun dalam situasi luar biasa yakni ketika terjadi bencana alam.
Benarkah Presiden Jokowi memang punya “kohesi batin” yang kuat dengan NTT? Walauhalambisawab. Entahlah. Yang pasti, Propinsi NTT boleh dikata menjadi daerah yang paling sering dikunjungi oleh Presiden Jokowi semenjak ia naik ke tampuk kekuasaan tertinggi pemerintahan Republik Indonesia pada tahun 2014, hingga nanti mengakhiri masa 10 tahun pemerintahannya pada tahun 2024 mendatang.

Pada Selasa, 31 Mei 2022, sore-sore benar, kira-kira pukul 17.30 Wita, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi menjejakkan kaki di “bumi danau triwarna Kelimutu”. Beberapa jam sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo telah tiba pula di Ende. Kehadiran RI-1 (Presiden) dan RI-5 (Ketua MPR) di Ende adalah dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022.
Selasa sore di penghujung Mei itu, semenjak landing di Bandara Aroeboesman Ende, hingga menuju tempat penginapan, ribuan rakyat Ende “menyemut” dan “mengular”, tumpah-ruah di jalan menanti dan menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Rakyat di Ende itu bahkan telah menunggu-nunggu kehadiran Presiden Jokowi sejak satu-dua jam sebelum pesawat kepresidenan berwarna merah-putih itu landing di tanah bumi Ende. Nuansa ketulusan relasi masyarakat Ende dengan pemimpin yang sangat mereka cintai, tergambar sangat kental. Antusiasme yang sama terlukis pula di dinding media sosial.

*Pancasila adalah Bintang Penuntun*
Tatkala menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Harlah Pancasila, 1 Juni 2022, Presiden Jokowi menekankan betapa pentingnya Pancasila bagi Indonesia dan keindonesiaan. Dalam ungkapan metaforis, Presiden Jokowi mengandaikan Pancasila sebagai “bintang penuntun” bagi kehidupan dan peradaban bangsa Indonesia. Ungkapan bintang penuntun ini mengandung makna bahwa hanya dengan terang
Pancasila, bangsa Indonesia mampu mengokohkan soliditas keindonesiaan, sekaligus memajukan peradaban berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. Dengan diksi lain, tanpa terang Pancasila bangsa Indonesia berpotensi jatuh dalam kegelapan peradaban, akibat terkontaminasi dengan ideologi trans-nasional yang liar dan tidak berkohesi dengan karakter budaya masyarakat Nusantara yang penuh harmoni.
Pada upacara peringatan Harlah Pancasila di Ende, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo tampil membacakan teks Pancasila. Sedangkan teks Pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh Wakil Ketua DPR RI Lodewick Paulus. Seusai upacara peringatan Harlah Pancasila di Ende, Presiden Jokowi diberi gelar adat oleh otoritas adat Ende sebagai “Mosalaki Ulu Beu Eko Bewa”, yang bermakna “Pemimpin Wilayah Indonesia, dari Sabang Sampai Merauke”.
Dalam kunjungannya ke NTT kali ini, Presiden Jokowi bahkan menginap dua malam di Ende, yakni pada Selasa malam (31/5) dan Rabu malam (1/6). Seusai rangkaian acara di Ende di hari Rabu, Presiden dan Ibu Negara terbang menggunakan helikopter menuju Kabupaten Ngada yang bertetangga dengan Kabupaten Ende. Pada Kamis (2/6), Presiden melanjutkan penerbangan dengan pesawat kepresidenan menuju Kabupaten Sumba Timur, dan sesudahnya kembali ke ibukota negara, Jakarta.
*Pancasila Jalan Hidup Bangsa*
Dari Kota Pancasila Ende, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar, mengamini ketegasan Presiden Jokowi bahwa Pancasila harus menjadi jalan hidup (way of life) bangsa Indonesia. Pancasila tidak boleh hanya sekedar dijadikan bahan hafalan, ataupun hiasan dinding belaka. Nilai-nilai Pancasila harus dibumikan dan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Segala tingkah laku dan tindak tanduk para pemimpin serta seluruh rakyat Indonesia harus mencerminkan semua sila yang ada dalam Pancasila. Kita harus terus mengingat dasar negara Pancasila yang merupakan landasan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa,” ujar Bamsoet kepada media massa, seusai mengikuti upacara Harlah Pancasila di Lapangan Pancasila Ende, Rabu (1/6).
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menegaskan, peringatan Harlah Pancasila tidak boleh terhenti sekadar seremonial belaka. “Sangat berbahaya jika para pejabat dan rakyat Indonesia tidak lagi menghayati dan mengamalkan Pancasila. Indonesia merupakan negara yang sangat luas dengan komposisi penduduk yang sangat beragam, bisa terpecah belah. Seperti halnya yang terjadi di Timur Tengah, Uni Soviet ataupun belahan dunia lainnya,” ucap Bamsoet mewanti-wanti.
Bamsoet yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mengibaratkan Pancasila sebagai pondasi rumah yang kuat, sehingga mampu menopang Indonesia agar kokoh. Karena Pancasila, semua kebhinekaan yang ada tidak membuat bangsa Indonesia terpecah. Tetapi, diikat menjadi suatu kekuatan besar.
“Kita harus mewaspadai segala upaya yang merusak ideologi Pancasila untuk menghancurkan bangsa Indonesia. Mari bersama kita jaga dan junjung tinggi Pancasila dari berbagai serangan ideologi lain yang tidak senafas dengan nilai-nilai kehidupan sosial masyarakat Indonesia,” begitu pesan tegas Bamsoet, sembari mengajak seluruh elemen bangsa melakukan kerja kolektif untuk membumikan nilai-nilai luhur Pancasila.

Oleh: Viktus Murin
(Tenaga Ahli Ketua MPR RI Bambang Soesatyo)






