TEROPONGISTANA.COM – Pembangunan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur membutuhkan desain perencanaan berjenjang, dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Ini sebagaimana yang tertuang dalam rencana induk maupun perincian rencana induk pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya bersifat fisik kawasan atau pengembangan infrastruktur kewilayahan, tapi juga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) atau human resources infrastructure. Dengan demikian, langkah ini nantinya mampu melahirkan generasi emas Indonesia di wilayah Ibu Kota Nusantara dan daerah mitra.

Baca juga: Bertemu KPU, Presiden Jokowi Sampaikan Enam Arahan Terkait Pemilu 2024

Iklan

“Linier dengan pembangun infrastruktur, pemerintah juga mulai merancang konsep pemberdayaan masyarakat lokal,” ujar Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Thomas Umbu Pati, saat diskusi tentang pemberdayaan masyarakat di Penajam Paser Utara, Rabu (1/6/2022).

Diskusi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Sosialiasi Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, yang diinisiasi oleh Tim Transisi Otorita Ibu Kota Nusantara. Adapun fokus pembahasannya, yakni terkait isu pertanahan dan konsep pemberdayaan masyarakat.

Menurut Thomas, konsep pemberdayaan akan diawali dengan identifikasi berbagai potensi yang dimiliki masyarakat, baik di bidang ekonomi maupun budaya. Identifikasi itu terfokus pada masyarakat yang bermukim di kawasan inti pusat pemerintahan.