“Bahkan, beliau sendiri dikenal tegas terhadap berbagai kasus yang dapat mencoreng wajah TNI. Sehingga menurut kita beliau lah yang dibutuhkan bangsa dan negara ini ke depan,” kata Adi.
Adi mengungkapkan analisisnya jika Andika tidak maju kemudian di pilpres 2024 yang bertarung adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan Gubernur Jawa Tengah, yaitu Ganjar Pranowo. Jika kedua tokoh tersebut yang didukung oleh Partai politik dan bertarung. Maka bisa dipastikan polarisasi dan politik identitas akan terus marak dan Indonesia bisa terancam terbelah.
Anies sendiri masih kuat didukung oleh kelompok Islam garis keras dan kelompok yang anti terhadap pemerintahan Jokowi. Sementara, hampir 97% pendukung Jokowi menyatakan mendukung Ganjar sebagai alasan bahwa Ganjar merupakan orang yang tepat untuk menggantikan Jokowi di pemilu 2024.
Sebab itu, kata Adi, demi menekan dan mencegah hal tersebut dibutuhkan sosok alternatif untuk menetralisir suasana.

“Sebab, dalam membangun negara dan bangsa dibutuhkan konsentrasi penuh dan itu harus didukung seluruh rakyat Indonesia. Indonesia harus menjadi negara besar yang dapat bersaing di tengah panasnya situasi global. Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang dapat menjaga stabilitas politik dan ekonomi,” tandasnya. (Red)



