TEROPONGISTANA.COM – Kelangkaan minyak goreng terjadi diberbagai daerah di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Hal tersebut kemudian menyebabkan harga minyak goreng naik hingga dua atau tiga kali lipat di pasaran.
Sampai saat ini, pemerintah pusat telah melakukan berbagai kebijakan dari pengaturan batas kuota ekspor sawit hingga mengatur distribusi minyak goreng serta menindak penimbun produk minyak goreng.
Namun demikian, kelangkaan minyak goreng di pasaran masih tetap terjadi sehingga terdapat antrian panjang ibu rumah tangga untuk dapat membeli minyak goreng dengan harga diatas normal.
Berikut Wawancara Redaksi Teropongistana.com bersama Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pangan Bareskrim Mabes Polri, Irjen Helmy Santika lewat pesan WhatsAapnya, Sabtu (19/3) , beliau saat ini dipercaya pemerintah untuk melakukan komunikasi ke berbagai pemangku kebijakan dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng di beberapa wilayah.
1. Bagaimana langkah Kasatgas Pangan Bareskrim dalam menangani kelangkaan minyak goreng dan gula menjelang bulan Ramadhan?
Terkait stabiliasi harga minyak goreng dan menjaga keaman stok baik minyak goreng dan gula, Satgas Pangan Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dan kerjasama dengan semua pemangku kepentingan sangat diperlukan. Sejauh ini sudah baik. Dalam upaya mempersiapkan jelang Ramadhan dan Idulfitri, telah melakukan beberapa hal, diantaranya:

