Suhardono dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa sesuai gambar desain, biaya pembangunan pesantren ini diperkirakan mencapai Rp 2 milyar dan pihaknya berjanji tidak akan membuat proposal.
“Pembangunan pesantren ini diperkirakan 2 rupiah milyar lebih dan kita ingin membangun Pesantren Jatidiri Bangsa ini dengan gotong royong dengan kesadaran cinta tanah air. Panitia sepakat tidak akan membuat proposal-proposal. Tapi siapapun kalau mau membantu dengan ikhkas kita terima,” tambah Kus Hartono Ketua Harian Situs Bung Karno mengutip sambutan Suhardono.
Menilik antusias masyarakat yang ingin menyaksikan peletakan baru pertama pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia ini cukup besar, panitia menyiapkan tenda cukup luas.
“Untuk antisipasi kita siapkan kursi dan konsumsi 2000 buah, tumbeng 40 buah dan makanan prasmanan untuk para tokoh lintas agama dan pejabat. Jadi yang hadir mungkin lebih dari 2500 orang lah,” ujar Erni Ningtyas Kordinator konsumsi.
Sementara itu Kapuspen TNI Laksama Muda JuliusWidjojono sangat mendukung penuh pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia.
“Saya sudah menghadap Bapak Panglima TNI dan beliau mendukung pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa. Acara ini amazing dan semesta alam mendukung. Tandanya Tuhan Memberkati kita semua,” ujar Laksama yang langsung disambut tepuk tangan meriah.
Usuai prosesi peletakan batu pertama Kyai Muchtar Mu’thi penggagas Pesantren Jatidiri Bangsa bersama Kapuspen TNI dan para tokoh lintas agama napak tilas ke rumah masa kecil Presiden Soekarno Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri sekaligus ramah tamah.
