Teropongistana.com Jakarta – Aksi demonstrasi sejumlah aktivis mahasiswa di depan kantor Polres Jakarta Utara pada Rabu (7/8/2024) berakhir bentrok dan ricuh.
Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Nusantara (GPM NUS), GMKI dan Kelompok Pendukung Advokat Saddan Sitorus yang menggelar aksi demonstrasi itu, digebuk dan lalu ditangkap oleh aparat Polres Jakarta Utara.
Salah seorang demonstran, yakni aktivis GMKI, Josua Uki, menyampaikan, ketegangan antara demonstran dengan aparat Polres Jakarta Utara meningkat ketika Polisi merespon adanya aksi pembakaran ban bekas yang dilakukan para demonstran.
Akibatnya, bentrok fisik antara aktivis dengan polisi pun tak terhindarkan. “Beberapa aktivis yang melakukan aksi demonstrasi mengalami tindakan represif dan kekerasan, seperti tendangan dan sikutan,” ungkap Josua Uki dalam keterangannya yang diterima redaksi, Kamis (8/8/2024).
Bahkan, Josua Uki sendiri turut dibanting oleh aparat dan dijatuhkan. Akibatnya, sebanyak 5 orang aktivis yang berada dalam barisan massa aksi demonstrasi itu ditangkap dan diinterogasi. Mereka adalah Chrysmon, Jeremi, Trupil serta dua peserta aksi lainnya yang belum disebutkan namanya.
“Mereka terlihat mengalami luka dan lebam-lebam di wajah,” ujar Josua Uki.
