Korban pingsan dan tidak sadarkan diri setelah dipukul. Pelaku kemudian memerkosa korban yang sedang pingsan. Lokasi kejadian memang dalam keadaan gelap dan jauh dari perkampungan.
“Dipukul sampai pingsan sama pelaku, itu keterangan aslinya,” katanya.
Setelah kejadian, korban dilarikan ke RS Bhayangkara dan sempat tidak sadarkan diri untuk menjalani perawatan. Begitu korban siuman, tim dari kepolisian memintai keterangan informasi kepadanya pada Senin (10/2) siang.
Andy mengatakan, dari keterangan korban, terungkap tersangka memberikan keterangan palsu kepada pihak polisi. Korban bukan terjatuh akibat kecelakaan, namun karena sengaja diincar dengan cara diikuti oleh pelaku.
“Kemarin kan korban belum siuman. Setelah siuman, terbukalah, korban mengakui, ‘Saya diikuti. Saya pingsan bukan saya jatuh, karena kecelakaan’,” kata Andy menirukan ucapan korban.
Penyidik lalu mengkonfrontasi pengakuan tersangka dengan hasil informasi dari korban tersebut. Di sana, tersangka mengakui sejak awal telah mengincar korban.
“Makanya kita konfrontasi keterangannya, baru ngakuin. Makanya keterangan baru itu,” katanya.
Tersangka sempat juga memberikan keterangan palsu kepada warga yang merupakan saksi di lokasi kejadian. Kepada warga, tersangka mengaku awalnya ingin menolong korban yang mengalami kecelakaan. Namun, karena terbawa hawa nafsu, tersangka lalu memerkosa korban.
“Bahwa pengakuan keterangan dia, dia menolong korban kecelakaan, nafsu, lalu memerkosa,” imbuhnya.



