“Ini jelas akan mengganggu kinerja Kementerian Kehutanan yang dinakhodai Raja Juli,” tandas Mukhsin.

Menurut Mukhsin, kinerja pencapaian Menteri Raja Juli pun akan menghambat program Presiden Prabowo dalam membangun kemajuan Kementerian Kehutanan, termasuk program Presiden Prabowo tata kelola kehutanan yang melibatkan sejumlah instansi terkait dalam satuan tugas atau satgas. Para kader kader titipan Menteri Kehutanan Raja Juli saat inipun dinilai tidak memiliki kapasitas kemampuan tentang kehutanan. Hal inipun akan menjadi persoalan besar di Kementerian Kehutanan kedepan.

“Maka sebaiknya Presiden Prabowo segera copot Menteri Raja Juli dan Presiden segera menunjuk Menteri Kehutanan yang mumpuni memiliki pengetahuan secara teknis dan berpengalaman cukup agar mampu membawa Kementerian Kehutanan sebagaimana yang di harapkan dalam kabinet pemerintahan presiden Prabowo sebagai Presiden harapan rakyat,” tutup Mukhsin Nasir.

Ke-12 pengurus dan kader PSI tersebut adalah sebagai berikut:

1. Raja Juli Antoni (Sekjen PSI), sebagai Penanggung Jawab.

2. Andy Budiman (Waketum PSI), sebagai Dewan Penasihat Ahli.

3. Suci Mayang Sari (Bendahara Umum PSI), sebagai anggota Bidang Penegakan Hukum dan Peningkatan Kapasitas

4. Kokok Hardhianto Dirgantoro (Ketua Koordinator PSI), sebagai anggota Bidang Pengelolaan Hutan Lestari.

5. Sigit Widodo (Ketua PSI), sebagai anggota Bidang Peningkatan Cadangan Karbon.

6. Furqan Amini Chaniago, sebagai anggota Bidang Konservasi.

7. Andi Syaiful Oeding, sebagai anggota Bidang Pengelolaan Ekosistem Gambut.

8. Yus Ariyanto, sebagai anggota Bidang Pengelolaan Ekosistem Gambut.

9. Danik Eka Rahmaningtyas, sebagai anggota Bidang Penegakan Hukum dan Peningkatan Kapasitas.

10. Endika Fitra Wijaya, sebagai Staf Kesekretariatan Bidang Pengelolaan Hutan Lestari.

11. Rama Hadi Prasetyo, sebagai Staf Kesekretariatan Bidang Peningkatan Cadangan Karbon.

12. Nadya Maharani Irawan, sebagai Staf Kesekretariatan Bidang Konservasi.