Bukan hanya soal pembiayaan yang memberatkan dimana orang tua harus merogoh kantong lebih dalam untuk membiayai study tour, tapi juga harus mempersiapkan biaya untuk jenjang pendidikan selanjutjya.

Dikatakan vetris, Selain itu kegiatan tersebut juga terkadang malah menimbulkan korban jiwa akibat dari buruknya sistem transportasi. Hal ini tidak terlepas dari proses negosiasi harga bersama para penyedia jasa wisata agar memberi kisaran harga yang minim. Pada akhirnya bus untuk mengangkut pesertapun tidak diperhatikan kelayakan jalannya. .

Kegiatan Study tour yang selama ini dilaksanakan oleh sekolah yang pasti memang harus dievaluasi namun demikian pencopotan jabatan terhadap Kepala SMAN 6 Kota Depok terkait dengan kegiatab study tour perlu dipertimbangkan, mengingat banyaknya kendala di lapangan yang mungkin tidak diketahui.

Jika kegiatan tersebut dibatalkan begitu saja dalam waktu yang sangat dekat, mujgiin bukan hanya soal pembiayaan yang sudah dibayarkan ke vendor, melainkan juga soal psikologi murid yang akan berangkat dan telah mempersiapkan segala sesuatunya, dimana banyak siswa yang sudah membayangkan saat berada di tempat tujuan wisata dengan segala rencana nya masing-masing.

Tidak terbayangkan jika hal itu langsung dibatalkan ditengah harapan yang mengusik tidurnya disepanjang malam menjelang keberangkatan esok pagi.

Selain itu, fleksibilitas kebijakan sebagai pemimpin daerah juga perlu diterapkan. Karena besar kemungkinan sudah banyak pengabdian, kontribusi dan prestasi yang dicatat oleh kepala SMAN 6 Kota Depok khusunya didalam dunia pendidikan. Lalu segala kebaikan itu seperti hilang dalam sekejap diatas kertas yang mencopot jabatannya hanya karena permasalahan study tour.

Kedepan perlu adanya regulasi yang diterapkan dan diawasi oleh semua pihak agar semua kegiatan yang dilaksanakan disekolah terhindar dari hal yang memberatkan orang tua wali murid. Begitupun dengan para pemangku jabatan di setiap kota agar tidak melakukan pembiaran yang pada akhirnya warga sekolah yang menjadi korban.

Sebagai evaluasi kedepan, ada baiknya sekolah juga dapat menyesuaikan, dimana kegiatan yang dilaksanakan harus dapat menghasilkan dan memiliki imbas pada pendidikan siswa, bukan karena keinginan guru atau kepala sekolah secara pribadi.

Sebenarnya jika ingin melaksanakan Study Tour dengan lebih baik dan terarah, bahkan memiliki resiko korban jiwa yang kecil, bisa saja sekolah mengarahkan kegiatan murid ke beberapa tempat wisata yang banyak terdapat didalam kota. Karena setiap daerah atau kota di Indonesia pasti kaya akan lokasi wisata. Baik itu dari sisi sejarah, budaya ataupun lingkungan hidup.

Bukan hanya memperkecil resiko kecelakaan karena lokasi wisata yang dekat, study tour tanpa harus keluar kota juga dapat menanamkan rasa memiliki adat, budaya dan alam yang dimiliki di kota tempat tinggalnya. Bahkan besar kemungkinan dari kegiatan tersebut akan melahirkan pemikir yang handal terkait dengan kemajuan kotanya.

Ada banyak ide brilian yang tercipta dari para siswa untuk lebih meningkatkan wisatawan luar untuk datang yang justru malah menghasilkan pendapatan daerah. Atau bisa juga kelak setelah siswa menjadi pemangku kepentingan, akan menambah warna baru dan gebrakan dalam dunia wisata.