Teropongistana.com Jakarta – Situasi politik Indonesia akhir-akhir ini memanas sehubungan dengan pembahasan dan pengesahan RUU TNI. Dimotori oleh beberapa organisasi masyarakat sipil melakukan penolakan terhadap RUU TNI, situasi kemudian bergulir dengan aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa tempat.

Dalam situasi panas tersebut, ada peristiwa yang menghentak publik yaitu teror kepada majalah Tempo. Teror diawali dengan pengiriman kepala babi yang sudah terpotong telinganya, berlanjut dengan pengiriman bangkai tikus tak berkepala.
Dalam rilis kepada media, aktivis reformasi 1998 Sulaiman Haikal menilai teror terhadap majalah Tempo tidak mungkin terjadi dengan mudah dan dilakukan secara amatiran. Teror kepada majalah Tempo pasti dilakukan oleh suatu kelompok profesional dengan bayaran tinggi, mengingat resiko yang juga tinggi ketika melakukan teror terhadap media sekelas grup Tempo.




