Teropongistana.com Pandeglang — Jika Anda sedang mencari destinasi wisata ekstrem tanpa perlu jauh-jauh keluar kota, mungkin Anda bisa mencoba sensasi berkendara di Jalan Nyoreang, penghubung antara Kecamatan Cadasari menuju Desa Ciinjuk, Kabupaten Pandeglang. Bukan sekadar jalan biasa, jalur ini kini lebih layak disebut sebagai wisata jalan berlubang yang menawarkan sensasi adrenalin — apalagi saat musim hujan tiba.
Sudah berkali-kali dilakukan penambalan, namun kerusakan jalan tetap kembali menghiasi. Lubang-lubang menganga menghiasi sepanjang jalan, menjadi “perangkap” tersembunyi bagi para pengendara, terlebih saat hujan menutupinya dengan genangan air, 12 Juni 2025.
“Kalau hujan, lubang-lubangnya nggak kelihatan, makanya sering ada yang jatuh. Jalan ini tiap hari dilewati warga, bahkan pejabat pun sering lewat sini, tapi seperti pura-pura tidak tahu,” ujar salah satu pengguna jalan, X, kepada media.
Jalan Nyoreang sebenarnya merupakan jalur alternatif vital bagi warga dari arah Serang dan Pandeglang menuju Petir dan Lebak. Namun ironisnya, jalur ini justru dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.
Menariknya, tak jauh dari jalur tersebut berdiri Terminal Cadasari yang pembangunannya menelan anggaran fantastis, sekitar Rp1,6 miliar. Namun, terminal itu justru mangkrak dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kontras dengan kondisi jalan di sekitarnya yang dibiarkan rusak.
“Jalan berlubang ini mungkin mau dijadikan wisata ekstrem, siapa tahu nanti ada tiket masuknya,” sindir salah satu warga dengan nada kecewa. “Anggaran untuk terminal bisa besar, giliran perbaiki jalan kok setengah hati.”
