“Tahun sebelumnya pemprov Banten hanya menggratiskan SMA/SMK dan Skh negeri, sehingga sekolah negeri jadi tujuan utama orang tua siswa. Sementara kapasitas negeri terbatas, yang terjadi adalah rebutan kursi. Tidak jarang muncul dugaan praktik jual beli kursi,” ujarnya.

Dengan ikut digratiskannya SMA/SMK dan SKh swasta, tidak ada lagi perbedaan perlakuan Pemprov Banten terhadap masyarakat, semua dapat menikmati sekolah gratis.

“Dampak postifinya juga dirasakan sekolah swasta, saya dapat informasi bahwa sekolah swasta yang berpartisipasi dalam program sekolah gratis ini kembali banyak menerima siswa,” ucapnya.

DPRD Banten, kata Yudi, berkomitmen untuk terus mendukung alokasi program sekolah gratis. Pendidikan menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) Banten yang berkualitas.

“Langkah ini akan berkontribusi terhadap Indonesia Emas Tahun 2045,” pungkasnya.